Senin, 31 Januari 2011

Sisi Lain Obat Nyamuk

Penggunaan racun nyamuk menjadi sebuah kebiasaan di masyarakat Indonesia, namun asap racun nyamuk yang mengandung bahan-bahan kimia seperti transfultrin bisa membahayakan kesehatan manusia. “Dari penelitian terhadap mencit, diketahui bahwa racun nyamuk yang mengandung transfultrin bila dipakai selama empat jam bisa menurunkan kadar eritrosit atau sel darah merah,” kata Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Surahma Asti Mulasari, di Yogyakarta, Selasa.
Selain transfultrin terdapat pula jenis bahan kimia lain yang kerap terdapat dalam racun nyamuk yaitu praletrin dan d-alletrin.Berdasarkan penelitiannya, d-alletrin tidak menyebabkan perubahan signifikan kadar eritrosit jika digunakan dalam waktu 1, 2 atau empat jam, sedangkan praletrin bisa menyebabkan perbedaan dalam waktu dua dan empat jam.
“Meski perbedaannya tidak terlalu signifikan,” lanjutnya.
Sementara itu, racun nyamuk yang mengandung transflutrin dan d-alletrin menyebabkan kenaikan kadar hemoglobin jika digunakan dalam waktu dua dan empat jam. Sedangkan praletarin menyebabkan kenaikan kadar hemoglobin jika digunakan selama satu dan dua jam. Eritrosit atau sel darah merah mengandung hemoglobin dan bertugas mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, dan bila tubuh mengalami kekurangan eritrosit maka orang tersebut akan menderita anemia.
Banyaknya jenis dan merek racun nyamuk yang beredar di pasaran dengan komposisi bahan kimia yang berbeda, lanjut Surahma, diduga akan menyebabkan komposisi gas dan partikel dalam asap juga bervariasi sehingga menimbulkan dampak yang berbeda terhadap partikel darah.
Dalam penelitian tersebut, peneliti memanfaatkan mencit (mus musculus) sebanyak 35 ekor dengan berat badan dan umum berkisar antara 23-30 gram dan 2-3 bulan dengan lama penelitian 15 hari. Mencit tersebut kemudian dibagi menjadi tujuh kelompok, satu kelompok sebagai kontrol dan sisanya sebagai kelompok perlakuan,katanya.
Sumber :http://masenchipz.com/sisi-lain-obat-nyamuk

Kandungan Racun Dalam Obat Nyamuk

Seberapa sering anda memakai obat nyamuk? Apa mereknya? Apa jenisnya? ampuhkah? berapa harganya? itulah pertanyaan yang sering mucul tentang obat nyamuk, tapi berapa banyak yang bertanya AMANKAH ? Aku harus bilang bahwa saat ini boleh dibilang tidak ada satu pun obat nyamuk di Indonesia yang benar2 ampuh dan AMAN.

Prinsip dasar yang harus dipahami semua orang ketika menggunakan obat nyamuk adalah bahwa zat yang dipakai itu
RACUN, dan tidak ada racun yang benar2 aman. iklan2 di TV dan media lain menyesatkan. Tahu iklan Baygon terbaru tentang Baygon biru yang gak bikin batuk ato wanginya segar? Itu iklan yang keterlaluan dan sangat menyesatkan, karena seolah2 dengan menggunkan Baygon biru kita boleh tetap berada di ruangan saat penyemprotan terjadi.

Baygon mengandung 2 racun utama yaitu Propoxur dan transfluthrin. Propoxur adalah senyawa karbamat (senyawa antaranya,MIC, pernah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan kerusakan syaraf ratusan ribu orang lainnya dalam kasus Bhopal di India) yang telah dilarang penggunaannya di luar negri karena duduga kuat sebagai zat karsinogenik sedangkan transfluthrin relatif aman hingga saat ini. temenku pernah 'mabuk' propoxur karena menyentuhnya dengan tangan yang sudah menggunakan sarung tangan... 7 hari panas dingin gak keruan. Kalau yang lain bagaimana?

HIT yang promosinya sebagai obat nyamuk ampuh dan murah memang benar bahkan sedikit lebih ampuh dari Baygon tapi sangat berbahaya karena bukan hanya menggunakan Propoxur tapi juga DDVP atau dichlorvos... zat turunan chlorine yang sejak puluhan tahun dilarang penggunaannya di dunia. Murah tapi berbahaya, pilih mana?

Sedangkan obat nyamuk lain seperti Baygon tutup hijau, Vape, raid dan mortein memang non propoxur dan non DDVP tapi keampuhannya sangat diragukan, mereka hanya efektif melawan nyamnuk Aedes tapi berantakan saat melawan nyamuk Culex sp (ini nyamuk malam yang sering gangguin kita).

Wangi pada obat nyamuk aerosol maupun semprot semestinya justru menjadi indikasi bahwa kita tidak boleh berada diruangan tsb selama bau masih tercium, kurang lebih selama 1 jam.... Obat nyamuk tipe lain bagaimana? Sama saja, obat nyamuk bakar jelas menghasilkan asap dan racun, jenis electrik pun tetap menghasilkan racun (HIT bahkan menggunakan propoxur untuk obat nyamuk elektiknya). Penggunaaan obat nyamuk dengan cara dibakar atau dengan listrik harus dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang baik, tidak boleh dalam ruangan tertutup karena racun dan asap yang dihasilkan akan mengurangi proporsi kandungan oksigen dalam ruangan.

Kalau reppelent atau penolak nyamuk seperti Autan, sari Puspa/Soffell, atau Lavender gimana? Ketiganya mengandung racun bernama Diethyltoluamide atau DEET, DEET ini sangat korosif, Autan tidak dapat disimpan dalam wadah plastik PVC atau besi karena dalam hitungan minggu akan mengikis lapisannya. Bayangkan bila itu kena kulit kita? Jadi sekali lagi telah terjadi pembohongan publik lewat iklan anti nyamuk yang lembut bagi kulit, mana mungkin zat yangjelas2 merusak kulit dapat merawat kulit, bahkan setelah ditambahi embel2 menggunkan Aloe Vera atau zat pelembab lain tetap saja berbahaya, jangan gunakan pada kulit yang sensitif atau anak dibawah usia 2 tahun.

Jadi gimana? Back to nature, kalau malam pakai kelambu, kalau siang pakai tangan or raket listrik. Obat nyamuk hanya digunakan bila gangguan memang sudah tak terkendali atau melebihi batas toleransi dan GUNAKAN DENGAN CARA YANG
AMAN..... jangan pernahberfikir racun itu aman..... beberapa memang ampuh tapi tak ada yang benar2 aman... pilihlah yang efek racunnya paling kecil, jika sekedar untuk mengendalikan (bukan membasmi) nyamuk maka pilihan terbaik adalah Baygon Tutup hijau (racunnya transfluthrin danCyfluthrin) Vape or Mortein, kalau perlu mengendalikan kecoa maka Baygon selain tutup hijau dan Mortein adalah pilihan terbaik.

Kalau obat nyamuk bakar sih hampir sama semua... obat nyamuk elektrik pilihannya ada pada Baygon or Vape, sedagkan lotion penolak nyamuk antara Sari Puspa or Autan (kandungan DEET 13 dan 12.5 %, sedangkan Lavender hingga 15%).... semuanya terserah anda.

Best Regards,

sumber :http://dranak.blogspot.com/2006/05/bahaya-obat-nyamuk.html

Allethrin in Mosquito Repellents is Toxic

Summers bring with them a multitude of problems, not the least of them being mosquitoes and their irritating itchy bites. The only respite for most of us is the use of mosquito repellents to ward off the nuisance. However, leading medical authorities have warned that some mosquito coils and mats emit toxic fumes that are harmful for health. According to experts, mosquito repellent mats emit fumes that contain a substance called Allethrin and its products that may cause health hazards like cancer and complications in pregnant women. At a recent seminar conducted by the Indian Medical Association on “Challenges of today and the glimpses of future in medicine”, leading doctors cautioned that prolonged use of mosquito coils is harmful to health and their use should be avoided or discouraged. Allethrin is a potent insecticide and is widely used as a mosquito repellent. Direct skin contact with allethrin causes itching, burning and tingling feeling. When inhaled, it may worsen asthma in individuals who suffer from the disease. In others, it may cause nausea, vomiting, diarrhoea and coordination difficulties. It is especially dangerous for infants, young children and pregnant women. The scenario in India makes it more vulnerable to the effects of these toxic fumes. If these mats are burnt in the open, they are not as harmful. However, people usually use mosquito mats indoors and with many people sharing the same room, the effects are worse. A child or an infant is exposed to these fumes for an average of 10 hours per night. In spite of reports of health hazards of mosquito mats, their use has not been banned in India. The next time you use a mosquito repelling mat, remember that it may be more dangerous than an annoying mosquito bite.
source :http://doctor.ndtv.com/storypage/ndtv/id/00844/type/news/DDT_linked_to_premature